Haloooo..udah lama ya ga corat-coret di blog ini. As a new mom (cieehh gayanya) pasti ada aja pritilan yang musti diurus. Salah satunya ya itu, besarin anak yang pertumbuhannya as fast as lamborgininya syahrini.
Walaupun updetannya agak telat (bukan telat lagi kaleee, tp udah basi *sambil dilempar gayung sm penonton), tapi its okeh kan daripada ga updet sama sekali.
Mending mulai aja yah cerita tentang my only one baby bala-bala. Kalo udah ngomongin nih anak, pasti bawaannya ga bisa berenti nyeritain tentang semua tingkah laku dia, termasuk her first things. Mulai dari pertama kali mimik pake dot susu, pertama kali makan asip, pertama kali diajak berenang, pertama kali tumbuh gigi, pertama kali ngomong papa-mama, pertama kali imunisasi, pertama kali duduk, pertama kali berdiri, pertama kali jalan, pertama kali lari, pertama kali joget-joget, pertama kali nyerocos, pertama kali makan sendiri, pertama kali coret-coret, dst.
Pertama kali dia minum susu formula gw sempat sedih banget. Siapa coba ibu yang ga nelangsa lihat anaknya dapet asupan nutrisi dari susu sapi, bukannya dari susu ibunya :'(. Yah tapi apa boleh buat, gw sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik buat azahra, tapi tuhan berkehendak lain. Asi yang seharusnya bisa memberikan nutrisi yang baik, malah diberikan sedikit oleh tuhan. Sehingga anakku terkena hiperbilirubinemia atau penyakit kuning.
Untuk mengatasinya Dsa menyarankan untuk diberikan asupan susu formula, untuk mengeluarkan kelebihan bilirubin tersebut, sampai kadar bilirubin dalam tubuhnya normal.
Tapi apa mau dikata, setelah zahra sembuh dari penyakit kuningnya, dia jadi bingung puting karena sudah terbiasa minum susu formula sampai sekarang.
Kadang gw sempet iri dengan ibu2 lainnya yang rajin memompa asinya sampai berbotol2. Termasuk sesama rekan kerjaku, mba Novita. Setiap selepas kerja dia selalu menyiapkan botol asi untuk diberikan pada baby nya yang berusia 6 bulan lebih tua dari zahra. Tapi dengan berjalannya waktu, gw sudah mulai mengikhlaskan dengan kondisi gw yg sekarang. Toh kandungan susu formula jg baik bagi bayi gw. Tentunya harus diimbangi asupan asip yang seimbang.
Untuk 6-12 bulan gw gener2 concern dengan asupan asip yang dimakan zahra. Mulai dari pure pisang, pure pepaya, sampai bubur tim. Menu favorit zahra biasanya bubur dari kentang-wortel-brokoli-salmon semua dilumat halus, dikombinasiin sama keju khusus bayi. Zahra seneng banget kalo gw udah mulai nyuapin bubur kesukaan dia. Serasa makanan tersebut menjadi pengganti nutrisi dari asi yang ga dia terima.
Selain itu kadang juga gw suka kasih biskuit regal khusus baby yg gw lumat bersama susu formula. Tapi menu ini hanya untuk selingan aja. Diantara waktu makannya.
Setelah gigi depannya sudah mulai tumbuh (zahra tumbuh gigi depannya usia 8 bulan), baru bisa diberikan makanan padat. Seperti biskuit bayi yang bisa lumer sendiri.
Untuk usia setahun, gw kasih dia makanan dewasa, seperti nasi ikan atau tahu tempe. Tapi tetep disesuaikan dengan sistim pencernaan dia.
Zahra termasuk anak yang ga rewel sama makanan. Setiap apa yang kita kasih pasti dia lahap. Makanya dalam waktu setahun, pertumbuhannya meningkat. Posturnya juga tinggi seperti bapaknya. Kegemarannya juga mirip bapaknya. Zahra paling suka diajak berenang. Mulai usia dini (4 bulan) gw sudah membiasakan dia berenang di kolam rumah. Itu memang disarankan Dsa nya. Katanya untuk melatih syaraf2 motoriknya biar bisa cepet berjalan.
Selanjutnya di usia hampir setahun gw ajak jalan kepantai. Gw pikir pasir pantai serta ombaknya bisa merangsang kaki-kaki mungilnya untuk berjalan. Awalnya dia takut untuk menginjakkan kakinya ke pasir, tapi lama kelamaan dia berani juga. Malahan setiap gw mengajak untuk istirahat sebentar, dia selalu merengek. Akhirnya dengan terpaksa gw turuti kemauannya.
Kenapa gw sangat intens untuk membiasakan zahra berjalan di pantai serta berenang, bukannya memberikan dia babystoller untuk merangsang otot serta saraf kakinya ? Karena banyak studi yang melaporkan tingkat bahaya dari baby stoller sangat tinggi. Dan pengalaman dari orang tua gw dulu juga, yang tidak menyarankan untuk cucunya memakai baby stoller.
Sebagai hasilnya, di usia 14 bulan azzahra baru bisa berjalan. Its oke, toh masih dalam tahap wajar.
Bukannya mau meyombongkan anak sendiri ya, tapi dari usia dini, kepintaran zahra sudah terlihat. Dari umur 7 bulan, kata pertama yang dia ucapkan adalah papa. Kemudian mama, oma, eyang, ibu, kadang mpok (panggilan asisten rumah tangga). Setelah setahun lebih mulai deh cerewetnya muncul.
Zahra sudah bisa berhitung sampai 10 di usia 16 bulan. Kemampuannya dalam menangkap setiap kata yang kita ucapkan juga luar biasa. Setiap perilaku yang kita buat juga dia ikuti. Memang seorang anak diibaratkan seperti secarik kertas tanpa coretan. Untuk itu diperlukan kearifan kita orang di sekitarnya untuk mengisi lembaran kertas tersebut (ecciee bahasanya bijak beneer :))
Tantenya sayang banget sama keponakannya. Setiap weekend pasti selalu nempel ke tantenya. Mungkin karena suka dibelikan boneka atau mainan lainnya. Kadang diajarkan lagu anak-anak sembari joget-joget. Acara televisi yg lagi digemari sekarang adalah teletubbies dan high 5. Setiap jam tayangnya, pasti sudah anteng depan tivi sambil joget-joget. Yah, semoga tetap ceria terus ya nak dan menjadi kebanggaan kedua orang tuanya.
Bersyukur atas hadirnya dirimu dalam kehidupan kami. Membuat mama papa semakin menyadari makna dan tujuan hidup. Terima kasih ya Azzahra :*