Akhirnya bisa nonton film AADC II yang sedang fenomenal. Katanya sih sampai detik ini sudah mencapai 3 juta penonton. Berarti antusiasme masyarakat akan film indonesia makin bagus. Memang sudah lama sekali sekuel kedua film ini dibuat. Hampir 14 tahun sejak AADC pertama dirilis. Kala itu gw masih kuliah tingkat pertama. Masih inget banget waktu nonton film ini antriannya panjang banget bo. Sampe berdesek-desekan kita. Dan untuk sekuel keduanya ini gw nunggu sampe beberapa minggu hingga eforia penonton sedikit teredam dulu, baru gw berani nonton. Daripada gw tergencet saat antri, gegara desek-desekan seperti pengalaman dulu.
Well, untuk film sekuelnya ini menurut gw endingnya agak dipaksakan ya. Mungkin untuk menghemat durasi waktu pemutaran. Sepertinya banyak adegan akhirnya yang dipotong. Contohnya bagaimana akhirnya hubungan Cinta sama tunangannya. Tiba-tiba langsung aja adegan Cinta bawa mobil sambil histeris. Lalu tiba-tiba muncul adegan Cinta nyusul Rangga ke New York. Menurut gw sih agak dipaksakan.
Kemudian adegan saat Cinta bertengkar dengan Rangga, setelah Cinta tahu alasan Rangga meninggalkan dia. Sampai menampar muka Rangga. Kemudian adegan selanjutnya Cinta meninggalkan Rangga begitu saja. Eh baru beberapa detik jalan, tiba-tiba Cinta balik lagi ke tempat Rangga, memaafkan semua kesalahan Rangga. So weird kan. Cepet banget ya, si Cinta memaafkan Rangga. Well mungkin karena karakter Cinta yang makin dewasa.
Yah dibalik semua kekurangan film ini (menurut gw loh), tetep aja patut ditonton loh filmnya. Dari segi aktingnya, mereka sudah bermain bagus kok. Sinematografinya juga bagus. Banyak menampilkan pemandangan Yogyakarta yang terkenal. Tapi karena gw ga terlalu begitu ngerti akan seni, maka film ini banyak yang membosankan. Karena ada beberapa adegan tentang pemutaran seni teater. Untuk soundtracknya masih juara lagu-lagunya Melly Goeslow yang dulu, menurut gw. Yang sekarang kurang greget.
Yak sekian review gw tentang film ini, semoga bermanfaat ya bagi yang membaca :)