25 Januari 2016

The 5th Wave


Tadi siang pulang cepet karena mau kontrol mata di RS PI. Perlu diketahui kalo udah seminggu ini mata gw kena trauma dari kontak lens. Selama ini memang gw menggunakan kontak lens alih-alih kacamata. Udah mendingan sih kondisi mata gw, bahkan tadi kata dokternya udah ada jaringan penyembuhannya. Alhamdulillah ga perlu operasi.

Pulangnya gw ketemu misua, dia juga pulang cepet ternyata. Ya sudah kita ketemuan di Bintaro Xchange. Rencana mo nonton film the 5th wave. Ya sudah yuks, daku mah hayuk aja. Misua milih film ini karena genrenya action, jadi ga bikin ngantuk. Ceritanya tentang invasi alien ke bumi dalam 5 gelombang. Gelombang pertama, dimana terjadi kegelapan di bumi (darkness). Semua gelombang elektromagnetik dirusak, termasuk hape, listrik, dsb. Gelombang kedua dimana terjadi kerusakan parah (destruction), terjadi tsunami yang menewaskan ribuan orang. Gelombang ketiga dimana terjadi infeksi penyakit dari burung (infection). Gelombang empat terjadi invasi (invasion), dimana alien mengambil alih tubuh manusia sebagai inang. Dan gelombang kelima masih menjadi rahasia. Filmnya sepertinya akan ada sekuelnya. 

The 5th wave mirip seperti film alien amerika lainnya. Disisipi dengan bumbu drama romantis. Sehabis dari nonton, perut sudah keroncongan. Maka kita menuju resto Wingstop karena dekat dengan XXI. Pesan classic wings dengan bumbu garlic parmesan dan lousiana rub. Dan juga churros sebagai appetizernya. Lumayang enak sih yang bumbu lousiana rub. Sedikit pedas dengan bubuk cabenya. 




Demikian aktivitas senin kali ini. Semoga bisa menadi penyemangat dikala jenuh dengan pekerjaan sehari-hari. 



24 Januari 2016

The Bulgogi

Weekend ini rencana mau ke Bandung, karena ada sodara lamaran disana. Eh tapi kok ya azzahra malahan batuk pilek. Jadilah rencana berantakan. Akhirnya sabtu hanya ngendon di rumah aja. Sebenarnya zara tinggal recovery dari batuk pileknya. Sakitnya sih udah dari seminggu yang lalu. Tapi kok ya kasian kalo dibawa jalan jauh. Akhirnya dicancel lah semua rencana ke Bandung. 

Tinggal di rumah aja kok sepertinya membosankan ya. Hanya makan, tidur, nonton tivi aja kerjaannya. Akhirnya diputuskanlah untuk makan di luar minggu siangnya. Setelah melihat rekomendasi restoran di zomato, maka kita putuskan makan di korean resto, Bulgogi.

Sebenarnya penasaran juga pingin makan makanan korea. Seperti rasa kimchinya yang terkenal, kue berasnya, dan tentu saja bulgoginya. Setelah merasakan sendiri, ternyata lumayan loh. Mungkin karena makanan di restoran ini sudah menyesuaikan dengan lidah Indonesia. Karena menurut misua, rasa masakan korea aslinya lebih tajam. 

Kita pesan Bulgogi, Tokbokgi, Dakgalbi, dan Bulgogi set. Untuk Bulgoginya, merupakan irisan daging yang dimasak dengan jamur enoki dan bihun disajikan dengan saus manisnya. Tokbokgi semacam kue beras yang kenyal, disajikan dengan telur rebus dan saus manis pedas. Dakgalbi merupakan tumisan sayuran beserta dengan ayam dan seafood serta saus yang asam pedas. Kalo Bulgogi setnya semacam makanan hokben gitu. 





Selain menu utama, dikasih juga menu side dish nya. Free loh. Ada kimchi, bakwan, sayuran segar, kacang-kacangan, serta keripik singkong. Gw paling seneng sama kimchinya, seger banget. Mungkin karena disajikan dingin ya. 

Ya begitulah acara weekend kali ini. Alhamdulillah, sekarang zara udah sehatan. Makan di bulgogi, zara paling seneng sama Tokbokginya. Dia memang paling seneng makanan yang gurih pedas. Semoga tetap sehat terus ya nak. 

18 Januari 2016

Azzahra 29 Bulan


Seharusnya postingannya dipublish minggu lalu, cumaaa karena lupa buat postingan dan baru ingat sekarang, jadilah baru gw publish sekarang :) 

Well, apa aja perkembangan zara di usianya yang hampir tiga tahun ini ? Sebenarnya ga banyak, ada sih beberapa kosakata yang sudah bisa dia lafalkan. Namun kadang suka bercampur dengan bahasa inggris, mungkin karena pengaruh dari tivi ya. Kalimat seperti 'where are you', 'i see you', sudah bisa dia katakan namun masih dengan logat cadelnya. Selain itu anaknya juga makin aktif. Lari sana lari sini, manjat sana manjat sini. Gw kadang suka khawatir kalo ditinggal sendiri sama omanya, takut ga kepegang.

Akhirnya untuk menyalurkan bakat aktifnya, gw daftarkan lah si azzahra ke playgroup dekat rumah. Memang sih sudah enam bulan yang lalu gw menunggu untuk mendaftarkan dia, dan akhirnya bulan Januari ini dibukalah pendaftaran sekolah Ba*bi*i dekat rumah. Alhamdulillah dengan perjuangan akhirnya didapatlah formulir pendaftaran calon siswa playgrup untuk usia 3-4 tahun. Walaupun yang mendaftarkan si bapaknya, karena jadwal pendaftarannya bentrok dengan jadwal seminar gw, namun gw tahu banget bagaimana perjuangan misua gw. Dia bangun subuh-subuh untuk pendaftaran tersebut. Namun masih santai, karena mana mungkin pendaftarannya buka sepagi itu. Kemudian dia berangkat jam 6 pagi, sampai disana kira-kira 10 menit dengan motor. Sesampainya disana, ternyata sudah di antrian yang ke 13. Waduuh, dari jam berapa ya orang-orang ini datengnya ?? pikir suamiku. Dan akhirnya jadi waiting list lah anakku ini. Namun untuk yang PG usia 2-3 tahun tetap didaftarkan. 

Tapi memang jodoh tak kemana, siang-siang tiba-tiba ditelpon dari Ba*bi*i. Ternyata ada orang tua murid yang salah mengambil formulir untuk usia 3-4 tahun. Seharusnya anaknya masih di PG 2-3 tahun. Akhirnya kita barterlah formulirnya. Alhamdulillah memang rejekinya azzahra ya. Sampai sekarang pun gw masih bersyukur sama Tuhan, karena untuk masuk ke sekolah ini tuh susah loh. Waiting listnya bisa mencapai 20 an lebih. Karena banyak peminatnya.

Banyak kriteria yang masuk di dalam list gw dari sekolah ini. Pertama dekat dari rumah. Kedua, tempatnya luas banget, jadi untuk azzahra yang aktif bener-bener tempat yang cocok untuk dia. Ada kolam renangnya lagi, tahu sendiri kan kalo azzahra hobinya renang. Ketiga, muridnya sedikit dengan dua pengajar, jadi diharapkan azzahra bisa lebih dimonitor. Keempat, sistem pengajarannya pake bahasa indonesia, jadinya azzahra ga bingung kan. Kelima, biayanya masih terjangkau lah dengan kantong.

Karena masuk sekolahnya masih lima bulan lagi, maka azzahra masih gw sekolahkan di Rock Star Gym, sehingga bakat aktifnya masih tersalurkan. Yah moga-moga zara betah ya di sekolahnya yang baru nanti. 


12 Januari 2016

Visit Maldives On A Budget


Gara-gara ada salah satu majalah di Amerika yang merekomendasikan maldives sebagai destinasi terbaik pertama, setelahnya Bali, maka gw pun langsung tergoda untuk menjadikan maldives sebagai tempat liburan gw selanjutnya. Namun karena maldives merupakan negara dengan pulau-pulau kecil, menjadikan negara ini negara termahal untuk berwisata. Namun alasan ini tidak menyurutkan keinginan gw untuk tidak mengunjungi maldives, maka gw langsung searching di internet mengenai backpacking ke maldives.

Banyak situs yang membahas mengenai trip ke maldives, dari yang termewah, sampai yang termurah. Tentu saja gw mencari liburan yang murah di kantong. Dan blog yang gw dapatkan adalah blog Travelograph. Blog ini merekomendasikan biaya termurah mulai dari tiket pesawat, penginapan, sampai aktivitas yang kita lakukan di sana. 

Mudah-mudah ada kesempatan untuk mengunjungi maldives ya. Worth it banget dikunjungi sekali seumur hidup.

01 Januari 2016

Yogyakarta Trip

Akhirnyaaaa gw dan misua liburan juga ke yogyakarta. Setelah memutuskan untuk pergi lewat jalur udara, karena trauma dengan kemacetan yang tiada akhir jika pergi lewat jalan darat. Alhamdulillah pesawat tidak delay, sehingga kami bisa menikmati pergantian tahun di Yogya. Sekitar 45 menit pesawat terbang dari Jakarta, kami tiba di bandara Adi Sucipto sekitar pukul 8 pm. Kami langsung menuju hotel untuk menaruh barang bawaan. 



Setelah beristirahat sebentar, kami memutuskan untuk melihat pergantian tahun di malioboro. Untuk menuju kesana kami gunakan jasa gojek, karena lebih praktis dan irit. Sesampai di malioboro, penuh dengan lautan manusia. Namun masih bisa kami berjalan-jalan di sekitaran tugunya. Wedang ronde pun menjadi santapan pertama kami di yogya. Waktu pun hampir menunjukkan pukul 12 pm. Petasan maupun kembang api menjadi penanda pergantian tahun. Sebenarnya nuansanya sama di tempat lain, namun disini lebih eksotis. Dilihat banyak sekali angkringan di sepanjang malioboro. Setelah puas menikmati suasana di malioboro, kami pun pulang ke hotel.



Esoknya kami berencana untuk melihat manohara sunrise di borobudur, namun tuhan berkehendak lain. Sepanjang pagi hujan turun, sehingga kami tidak bisa melihat sunrise. Baru sekitar jam 9 am kami berangkat ke borobudur. Tentu saja karena berniat backpackeran, kami menggunakan jasa gojek lagi ke terminal bus. Baru dari sana kami menggunakan bus menuju borobudur. 

Sekitar sejam kami tiba di borobudur. Baru kali ini gw melihat karya manusia yang membuat sangat takjub. Relief-reliefnya yang menceritakan kehidupan manusia di masanya benar-benar membuat orang berdecak kagum. Kami mengitari candi yang dipenuhi lautan manusia. Tapi tetap saja tidak mengurangi keindahan candinya. Setelah puas mengagumi peninggalan dari masa Syailendra ini, perjalanan pun kami lanjutkan lagi.





Perjalanan kami lanjutkan menuju kraton. Tadinya niat mau ke pantai parangtritis untuk melihat sunsetnya. Namun karena tidak terkejar waktunya karena jaraknya cukup jauh, maka kami putuskan untuk ke kraton saja. Dengan mengandalkan bus trans yogja, kami pun bermacet ria di jalan. Memang kalo kota besar tidak jauh dari kemacetan. Sesampainya di kraton ternyata sudah tutup. Untung museumnya masih buka. Di dalamnya banyak terdapat kereta kencana yang dipakai dalam upacara adat. 




Well, begitulah pengalaman liburan kali ini. Semoga di lain waktu bisa mengunjungi tempat wisata di yogya lainnya, dan bisa mengajak anakku Azzahra.