24 November 2015

Spectre (2015)


First time azzahra nonton di twenty one. Memang bukan film anak-anak sih, secara yang pengen nonton bapaknya, jadinya kita ikutin apa maunya dia. Dari seminggu yang lalu si bapak uring-uringan pingin nonton film terbarunya james bond. Tapi baru kesampaiannya sekarang. Ya sudah yuks kita nonton aja bertiga, secara zara ga ada yang ngasuh, jadilah dia ikutan nonton juga.

Sebenarnya filmnya kurang cocok untuk anak-anak. Bagi yang membaca blog ini, diharapkan jangan membawa anaknya nonton film ini bila belum 17 tahun keatas. Secara banyak adegan kekerasannya. Makanya gw langsung menyodorkan ipad, biar selama film berlangsung, zara bisa nonton film kesukaannya Hi-5.

Film Spectre berawal dari pencarian akan dalang dari pembunuhan M (Judi Dench) yang ternyata adalah adik tiri dari james bond, Ernst Stavo atau nama lainnya Oberhauser. Ernst ternyata adalah pemimpin dari organisasi Spectre. Dan tugas james bond adalah untuk mengungkap tentang organisasi rahasia ini. Di lain pihak, bos james bond yang baru, M (Ralph Fiennes) terancam posisinya karena program 00 akan ditutup oleh kepala intelligent yang baru C (Andrew Scott). 

Filmnya menurut gw lumayan bagus. Yah standar film hollywood, dengan biaya produksi yang mahal, pasti ekspektasi untuk mendapatkan tontonan bermutu juga tinggi. Seperti film2 james bond lainnya pasti ada adegan kejar2an dengan mobilnya yang menelan milyaran rupiah, Aston Martin DB10. Gw memang bukan penggemar james bond sejati, namun patut diacungi jempol kok untuk film terbarunya ini. Sayang untuk dilewatkan menonton film yang menghabiskan biaya produksi fantastis, sekitar 200 juta dolar.

Nah, sekian review gw akan film james bond terbaru. Semoga bisa jadi reverensi kalian untuk nonton di akhir pekan ya.

23 November 2015

Medina Almahyra Widyatmoko


Maapkeun yaahh, postingannya telat banget. Padahal ponakan baruku ini lahir sudah semingguan lebih, tepatnya tanggal 6 November 2015. Hampir sebulanan ya, dan awal Desember rencananya akan diadakan aqeqahannya. Adiknya zahra ini memang anak yang ga terlalu rewel banget. Bahkan cenderung pendiam. Waktu malam saja pasti rame banget dengan tangisannya. Tidak seperti zahra, alma (panggilan untuk almahyra) mendapatkan asi esklusif dari ibunya. Memang membuat iri saja, secara zahra dari kecil hanya mendapatkan sufor :(



Proses kelahiran alma memang penuh drama. Berawal dari sms yang didapat dari adik gw kalo dia sedang menuju rumah sakit karena kontraksinya sudah 5 menit sekali. Gw yang baru keluar kantor buru-buru menuju rumah sakit. Eh ternyata kontraksinya palsu. Jadilah adik gw pulang kerumah lagi. Kata perawatnya kalo sudah kontraksi tiap 2-3 menit sekali baru ke rumah sakit lagi. 

Setelah menahan sakit selama 2 jam, akhirnya kontraksi sudah tiap 2 menit sekali. Sekitar magrib, adikku langsung dibawa ke rumah sakit. Ternyata pembukaannya baru satu. Nah, adik gw ini orangnya termasuk yang ga tahan sakit. Seharusnya bisa lahir secara normal, namun pada saat pembukaan empat adikku sudah tidak tahan sakitnya. Maka diputuskanlah untuk lahir cesar. Sekitar pukul 9 malam adikku sudah di ruang operasi. Dan lahirlah alma pada jam setengah sepuluh. Tangisannya memecah di ruang operasi. Bertambahlah anggota baru di keluarga kami. Azzahra punya teman main deh :)

Semoga selalu menjadi anak yang sehat ya alma. Anak yang solehah dan selalu berbakti pada orang tua serta berguna bagi nusa dan bangsa. Amin 

21 November 2015

The Republic Of Burger

Biasa, karena termakan postingan di social media jadinya gw ngidam pengen makan di sini. Well misua sebenarnya ga terlalu suka banget sama burger, ditambah lagi ngajak nyokap mertua makan di luar. Jadilah sebelum makan burger kita mampir dulu di RM Sayur Asem H. Masa daerah bintaro. Ramenya booo' minta ampun. Kita sampai rebutan kursi gitu untuk makan. Sebenarnya biasa aja makanannya. Cuma keotentikan sayur asemnya memang yang membuat orang pingin lagi datang berkali-kali. Termasuk nyokap mertua.

Setelah puas makan sayur asem, sedangkan gw hanya minum teh manis aja, karena sengaja mengosongkan perut untuk burger. Maka tujuan selanjutnya adalah ke Republic of Burger. Tempatnya di ruko sebarisan dengan Electronic City. Begitu memasuki restonya, ga terlalu besar sih, standar ruko lah. Kami (maksudnya gw) langsung mesen juicy lucy monster sama poutine yang saus volcano. Sedangkan untuk minum gw pesen summer breeze sama ice tea. 



Gw sebenarnya pingin pesen yang republican monster, cuma karena pake bacon, jadilah gw ga jadi pesen. Katanya sih sausnya lebih mantap dibandingkan yang juicy lucy. Untuk poutine seharusnya gw pesen yang mushroom sauce, cuma gw lupa. Jadilah pesen yang volcano sauce. Sedikit spicy sih cuma ga apalah. Dan untuk minuman gw pingin coba yang nutella katanya sih enak cuma manis banget. 

Nah, sekian review gw tentang resto burger yang lagi heits di Jakarta. Lain waktu kita review resto lainnya. Secara gw baru buat akun di zomato, sepertinya minggu depan bakalan posting mengenai makanan lagi. 


16 November 2015

Azzahra 27 Bulan

Sudah bisa apa saja zahra di usia 2 tahun lebih ini ? Well sudah makin cerewet saja anaknya. Banyak pembendaharaan kata yang dia ingat. Ada beberapa lagu yang dia ketahui dan sering dinyanyikan. Mulai dari topi saya bundar sampai yang terbaru twinkle twinkle little star. Makin membuat emaknya ingin memasukkan zahra ke playgrup dekat rumah. Namun apa daya kelas ajaran barunya mulai dibuka bulan juli tahun depan. Mudah-mudahan zahra bisa ngikutin kelasnya ya.

Nah, sambil menunggu kelas ajaran baru di Bambini, zahra gw masukin ke kelas Rock Star Gym. Minggu ini adalah performance zahra di swimming class. Memang berenang adalah kelas yang zahra paling minati, selain baby jumper. Dari empat bulan zahra mengikuti kelasnya, sekarang adalah saatnya zahra ujian. Semoga zahra bisa melalui performance ini dengan baik ya.







13 November 2015

The Heirs


Gw memang penggemar film korea maupun taiwan. Dari yang single movie maupun yang memiliki banyak episode. Tapi gw lebih memilih yang romantis dibandingkan yang action. Dari mulai film meteor garden sampai boys before flowers. Mungkin karena pengaruh dari temen-temen semasa kuliah dulu ya. Mereka memang penggemar cowok-cowok manis putih bermata sipit ituh.....huehhehehehe :P

Nah, salah satu film yang paling digemari sekarang adalah The Heirs. Secara filmnya selalu diputar berkali-kali di salah satu stasiun tivi lokal maupun berbayar. Pemeran utamanya adalah Lee Min Ho. Salah satu artis berbakat di Korea. Tahun ini dia menjadi duta pariwisatanya Korea, mengingat fansnya ada di seluruh penjuru dunia. Namun gw ga akan menulis tentang Min Ho tapi mengenai film terbarunya, The Heirs.

Film ini menceritakan tentang romantisme antara seorang anak pembantu, Eun Sang, dan anak pengusaha sukses, Kim Tan. Cinta mereka terganjal oleh status masing-masing yang bertolak belakang. Berawal dari pertemuan keduanya di Amerika, Tan seorang pelajar sedangkan Eun Sang ingin menemui kakaknya yang bekerja disana. Dari pertemuan tak sengaja, Tan mulai jatuh hati pada Eun Sang. Namun Tan terganjal akan statusnya yang sudah tunangan, tapi sebenarnya ia tidak menyukai tunangannya karena pertunangan tersebut hanyalah urusan bisnis ayahnya.

Selengkapnya tonton aja ya filmnya. Yang pasti the endnya gampang ditebak kok, romantisme tidak akan kalah dengan harta maupun jabatan. Spoiler deh :)

07 November 2015

The Holyribs

Akibat termakan postingan blog orang serta media sosial lainnya, akhirnya gw membujuk misua untuk mendatangi restoran chef Afit lainnya, yaitu The Holyribs. Pulang dari kondangan, masih memakai batik kebesaran, gw dan misua langsung cus ke holyribs. Restoran yang berada di Panglima Polim ini eksterior maupun interiornya memang tidak seperti holycow ataupun Lobbie Lobster yang ceria. Holyribs lebih mengusung gaya dewasa dengan bata eksposenya di setiap sudut dinding serta lampu yang temaram disertai warna kehitaman untuk temanya.


Setelah dikasih menu, untuk appetizer dan sambil nunggu ribs diantar, gw mesen mushroom soup sama onion rings. Dua makanan itu kata misua endess banget. Jempol pokoknya. Mushroom soupnya creamy gurih banget, kasih jamurnya juga lumayan banyak. Sedangkan onion rings nya crunchy banget.


Setelah beberapa menit, baru pesanan ribs kita dateng. Kita pesen US Prime Backribs yang 2 bones. Misua juga milih pesan menu yang sama. Itu adalah kesalahan kita berdua. Seharusnya pesan satu plate aja, secara ribs nya sebesar babon. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Makanan sudah masuk ke dalam perut, walaupun sisanya dibawa pulang sih. Gw sengaja mesen coleslaw tambahan untuk menetralisir lemak dari ribsnya. Untuk kentangnya, gw salut sama mashed potatonya, smooth banget dan creamy, beda dari mashed potato nya holycow yang masih ada kulit potatonya.



Setelah menikmati ribs nya, gw mesen apple tart untuk dessertnya. Untuk minuman misua pesen ice lemon tea, sedangkan gw pilih ginger ale. Ginger ale merupakan minuman bersoda yang berasa jeruk nipis serta jahe. Seger banget deh pokoknya. Sedangkan untuk apple tartnya, mungkin karena gw udah kenyang banget nih perut, jadinya ga terlalu excited banget. Biasa aja rasanya, lebih berasa jahe dibandingkan apple menurut gw. 


Yang membuat restoran ini patut diacungi jempol adalah pelayannya ramah pisan, bahkan chef bule nya sampe menanyakan mengenai makannya dan mengajak kita ngobrol sebentar, benar2 ramah banget. Semoga makin berjaya ya restoran besutan chef afit ini.


01 November 2015

Weekend Story

Well, sebenarnya weekend kali ini inginnya hanya di rumah saja, mengingat dompet di kantong sudah menipis. Tapi apa daya, hasrat untuk kowkow2 tetap tak tertahankan. Dimulai dari hari sabtu dimana harus mengantar anak untuk les renang. Udah mulai intensif nih kursusnya, mengingat jadwal performance sudah di depan mata. Performance berarti ujian untuk kursus zahra di rock star gym.



Nah, di hari minggunya acara kami lebih padat. Selain nganter zahra kursus renang dan jumper, kami juga ada acara arisan keluarga di Bintaro. Waktunya mepet banget lagi sama kursusnya zahra. Akhirnya kami pulang duluan, mengingat jamnya kursus renang berdekatan dengan arisan.

Pulang dari rock star gym, perut masih lapar, akhirnya kita meluncur ke tempat makanan lainnya. Pilihan makan kami tertuju ke Lobbie Lobster. Restoran ini merupakan besutan dari chef Afit, pemilik dari Holycow Steak. Ternyata otak dagang banget nih orang. Selain itu ada lagi restoran besutan dia, yaitu Holyribs. 



Kalau di Holycow all about steak, kalo di Lobbie all about lobster dan udang, eh ada fish nya juga sih. Pesanan kami adalah Maine Red Lobster, Local Whole Lobster, dan Fish and Chips untuk azzahra. Tadinya niat mau pesen mix plate yang isinya shrimp dan lobster, namun shrimp nya abis euy. Ya sudah akhirnya kami pesen lobster aja.




Jadi satu piring lobster isinya tentu saja lobster yang gedenya naudzubillah, calamari, nasi, sambal matah, dan sambal garlic. Kalo zahra seneng banget sama fish nya, seger banget. Sampe abis dia makan ikannya. Selain ikan dalam satu piring itu ada kentang, saus mayo dan colesaw salad. Nih saus mayo dan saladnya endess banget, seger deh pokoknya. Seperti bisa menetralisir kolesterol dari lobsternya. Padahal sih secara teori ga juga. Untuk minuman kita pesan ice lemon tea. Gelasnya besar banget, cukup kali untuk berdua. 

Nah begitulah cerita weekend kami. Mudah2an aja setelah makan di Lobbie kadar kolesterol gw ga naik. Coba deh besok cek di rikes, secara memang di kantor saatnya gw rikes.