02 Agustus 2015

Mengenalkan Aqidah Pada Anak


Malam-malam kebangun, ga bisa tidur lagi, dan akhirnya blog walking deh. Menemukan blog yang bagus untuk dibaca. Padahal si empunya blog masih muda loh, tapi pikirannya sudah dewasa. Ada juga postingan tentang fashion dan sebagainya. Bisa untuk ditiru nih.

Well, setelah liat-liat postingannya, pikiran gw tertuju pada satu postingan mengenai parenting, yaitu cara mengenalkan aqidah pada anak. Si empunya blog baru saja mengikuti satu seminar mengenai parenting. Dengan nara sumber yang handal, dia berhasil menginterpretasikan apa yang disampaikan oleh nara sumber tersebut. Berikut tulisannya,

Ada beberapa hal paling mendasar dalam mendidik anak dalam islam. Sebenarnya potensi anak yang sempurna itu adalah seperti pohon. Dengan aqidah sebagai akarnya, ilmu dan amal soleh sebagai batangnya, sehingga dia bisa berbuah atau bermanfaat bagi sesama. InsyaAllah kalo kalbunya baik, baik juga semua. Unsur kalbu ada tiga, yaitu iman, nafsu, dan nalar. Ketiganya harus seimbang. Jika tidak seimbang, misalnya saat kita sibuk sekali dan berfikir secara logika maka akan timbul stress, padahal tidak semua hal bisa difikir secara logika. Oleh karena itu kita harus bertawakal pada Allah.

Kemudian dari nara sumber lain mendapat ilmu bahwa, seorang balita itu tidak dapat dilarang. Terbukti untuk Azzahra memang tidak ada kata 'tidak' jika ada maunya. Kalo tidak, bisa tantrum dia. Ajarkan anak dengan memberi contoh dan teladan. Berikanlah mainan edukatif dan mereka suka. Berikanlah pujian jika dia melakukan hal yang baik. Dan beri mereka ruangan khusus untuk berkresi, seperti papan tulis yang besar untuk mereka coreti dan gambari.

Sebagai orangtua, kita harus tetap tawadhu. Selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan.  Dan kedua hal ini harus ditanamkan pada anak kita. Jangan terlalu egois dalam membimbing anak, karena anak adalah titipan Tuhan. Jika kita sedang lelah, jangan jadikan anak sebagai pelampiasan. Karena anak tidak salah apa-apa.  

Yah, semoga tulisan ini bisa bermanfaat ya bagi yang membacanya. Dan semoga anak yang dititipkan pada kita mampu menjadi jalan kita untuk bahagia di dunia akhirat.

Tidak ada komentar: