Berhubung misua sedang keluar kota sampai minggu besok, dan azzahra juga kecapean karena habis ada swimming class, sedangkan hasrat emak-emak ini masih belum terpuaskan untuk jalan-jalan, maka gw ajaklah nyokap untuk jalan-jalan keluar. Memang dasar emak gw kalo jalan pasti maunya ke pusat perbelanjaan seperti mayestik atau thamrin city. Karena yang paling dekat adalah mayestik, maka kita melipirlah kesana.
Sepanjang perjalanan macetnyaaaaa naudzubillah. Mungkin semua penduduk indonesia yang punya mobil pada tumplek plek keluar semua ke jalanan. Karena gw keluar rumah belum sempat makan, dan sudah jamnya makan siang, maka gw ajaklah nyokap gw melipir dulu ke restoran ramen di radio dalam.
Restoran ini sangat mudah dikenali. Selain nama restorannya, Seirock Ya, juga di papannya tertulis No Pork besar-besar. Memang restoran Seirock Ya ini merupakan restoran ramen yang tidak menggunakan pork ataupun lard sama sekali. Jadi kaldunya bener-bener berasal dari ayam yang direbus selama 5 jam. Jadi kaldunya sangat gurih.
Kesan pertama dari restoran ini benar-benar bergaya jepang, dari alunan musik maupun interiornya semuanya bergaya jepang. Begitu menu di kasih, gw langsung nanya menu favorit di sini. Ternyata menunya Toripaitan ramen shoyu atau Toripaitan ramen ekstrim. Ekstrim berarti disini tingkat kekentalan kaldunya lebih banyak dibandingkan ramen yang biasa.
Akhirnya gw memilih menu Toripaitan ramen shoyu yang spesial, dengan toping ayam dan bakso diatasnya. Ditambah dengan sambal jepang, untuk menambah tingkat kepedasannya. Untuk menu lainnya gw pesan Gyoza panggang. Gyoza ini mirip seperti dimsum dengan isinya udang.
Begitu menyeruput kaldunya, benar-benar gurih sekali. Apalagi ketika gw tambahkan dengan sambal jepang lalu diaduk, tingkat kegurihannya semakin bertambah. Mienya juga kenyal dan enak. Namun gw ga terlalu suka dengan topping ayamnya. Cuma berasa asinnya saja. Gyozanya lebih enak jika dicocol dengan kuah ramennya, lebih gurih jadinya. Overal semuanya enak. Namun sayangnya gw ga bisa pesan orange jus sodanya, karena sold out. Untuk harga memang relatif lebih mahal bila dibandingkan di Gokana.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar