19 Juli 2016

Kakaban, Playing With Jellyfish

Hari ketiga liburan kali ini berlanjut ke pulau Kakaban dan Nabucco. Namun sayangnya karena cuaca yang tidak memungkinkan, akhirnya pulau Nabucco dan Talisayan tempat spot pilot wheel diskip oleh pemandu wisata kami. Pagi-pagi sekali, kami berniat melihat sunrise di Maratua. Sekitar jam 5am, kami sudah berkumpul di beach challet. Dari sana kami menumpang mobil pickup untuk mencapai spot sunrise. Sekitar 15 menit, kami sudah sampai di dermaga mangrove. Melewati jembatan kayu yang rapuh, akhirnya kami sampai di ujung dermaga. Sambil menunggu sunrise muncul, kami melihat beberapa penyu putih berenang menghampiri kami. Dari kejauhan tampak pulau Nabucco dan beberapa pulau lainnya memanggil kami untuk dihampiri. Akhirnya tepat jam 5.30 am, sunrise muncul dipermukaan. Semburat warna merah kekuningan tampak nyata di sekitar langit yang cerah, berdampingan dengan biru laut perairan Maratua. Sungguh pemandangan yang tiada duanya, tidak dapat dilukiskan dengan kata2. Momen indah ini sayang jika tidak diabadikan dengan lensa kamera.




Setelah puas menikmati sunrise, saatnya kami bersiap2 untuk menjelajahi pulau lainnya, yaitu Kakaban. Dimana terdapat danau yang berisi ubur ubur yang tidak menyengat. Saat sampai di dermaga pulau Kakaban, untuk mencapai danaunya kami harus melewati tangga trekking yang berjarak sekitar 50 meter. Lumayan ngos ngosan juga karena tangganya mendaki. Namun setelah mencapai danaunya rasa lelah itu tergantikan dengan kekaguman akan keindahan pemandangan di sana. Tidak sabar kami pun langsung memasang google dan life jacket dan segera menceburkan diri ke dalam danau, namun dengan hati2 untuk mencegah lumpur di dasar danau terangkat ke permukaan.


Danau kakaban ini berisikan stingless jellyfish. Saat menyentuhnya, serasa memegang agar agar, karena tubuhnya yang lembut dan berlendir. Sungguh pengalaman berenang dengan jelly fish tidak akan terlupakan. Sepengetahuan saya, danau stingless jellyfish ini hanya ada 3 di dunia. Salah satunya di danau Kakaban ini, selain itu ada di filipina, dan raja ampat. Semakin berenang ke tengah, jellyfish semakin berukuran besar-besar dan banyak sekali.




Setelah asik berenang dengan jellyfish, saatnya kita snorkling di sekitar pulau Kakaban. Terdapat spot snorkling disebut Wall, dimana terumbu karangnya masih sangat perawan. Banyak sekali biota laut disana, dapat dibandingkan dengan raja ampat dan Bunaken. Sayangnya sy hanya dapat berenang dengan google, karena jika diving atau setidaknya free diving, maka dapat melihat terumbu karang lebih indah lagi di sekitaran wall tersebut.







Aktivitas selanjutnya adalah menuju Laguna Beach. Dimana terdapat laguna mirip seperti danau, hanya saja laguna ini masih bercampur dengan air laut. Untuk mencapai laguna, kita harus melewati terowongan yang hanya dapat terlihat pada saat air surut. Setelah melewati terowongan, pemandangan laguna tersebut mirip seperti film leonardo dicaprio dalam The Beach. Indah sekali, perpaduan antara tebing hijau yang menjulang tinggi dengan air yang bewarna hijau tosca, sungguh memanjakan mata yang melihatnya.




Setelah puas melihat laguna, saatnya kami kembali ke Maratua. Namun bukan untuk beristirahat, ada aktivitas lainnya yang tidak kalah menantangnya. Yaitu mengunjungi Cave Haji Mangku. Gua ini adalah gua terindah di Maratua. Sebenarnya penampakan dari permukaan seperti kolam kecil, namun setelah menceburkan diri ke dalam, dan berenang ke guanya, sungguh pemandangan yang luar biasa. Dengan kedalaman kolam 20 meter, sebenarnya sedikit takut juga saat menceburkan diri, namun karena tertolong oleh life jacket, sehingga berasa aman saat berenang. Air dalam cave ini berwarna biru gelap dan berasa dingin sekali. Namun pengalaman ini sangat berharga, karena dapat melihat gua haji mangku yang dengan stalaktit yang mengesankan. Setelah puas berenang, saatnya kami menuju penginapan. Beristirahat sejenak sembari menunggu esok hari tiba.




Tidak ada komentar: