Holla people...
Here i am back to post another stories from our last weekend.
Lagi mood buat blog nih, jadinya dalam waktu kurang dari sebulan udah 2 new entri aja yang gw publish. Jadi ceritanya gw bersama suami sedang keranjingan ngisi-ngisi perabot rumah. Maklum, rumah yang kami tempati sekarang masih minim furnitur. Dan weekend kemarin, jadilah kita hunting-hunting. Mulai dari informa, ace hard ware, chandra karya, sampai ke toko-toko furnitur kayu, karena suami senang dengan perabot yang beraksen kayu. Sedangkan gw sibuk mengunjungi mayestik, dengan pertimbangan harga disana lumayan murah namun kualitasnya gak kalah dengan kualitas barang mal.
Contohnya tirai, harga di mal terkemuka mungkin bisa dua kali lipatnya dengan harga pasar mayestik. Namun kualitas barangnya bisa ditandingi dengan kualitas di mal. Coba bayangkan, berapa puluh juta yang harus dikeluarkan untuk menghias setiap kamar dengan bermeter-meter tirai mewah dari mal. (Gw gak terlalu percaya dengan kualitas barang dari tukang tirai yang suka lewat). Begitupula dengan sprei dan sarung bantal. Perlengkapan dapur juga sama saja.
Gimana, lucu kan sarung bantalnya. Itu gw dapet dari toko Tania di mayestik. Disana memang banyak pilihan kainnya. Dari tirai, sprei, sarung bantal. Lengkap banget deh pokoknya (kok jadi promosiin toko orang ya).
Nah, kalo yang ini tirai di ruang tamu dan dapur juga gw pesan dari toko Tania. Bagus-bagus loh pilihan warnanya. Kalo yang di dapur memang gw pilih yang sistem buka tutup seperti krey bambu. Jadinya ga gampang kotor.
Kalo yang ini adalah foto kamar Azzahra. Manis ya, bener-bener kamar cewek banget. Memang sengaja gw tata serba pink semua. Menunjukkan kalo ini adalah kamar anak gadis. Itu perabot lemari sama meja belajar murah banget loh. Ga sampai sejuta. Gw beli di Giant BSD, nah di depan halamannya ada diskonan barang gitu. Langsung deh gw en suami kepincut sama harga barangnya. Murah meriah banget. Walopun mungkin zahra belum butuh meja belajarnya, toh barangnya awet kok sampai dia sekolah nanti.
Untuk taman belakang, masih ada sisa tanah 90 meteran. Jadilah kita kasih banyak tanaman. Mulai dari pohon kelapa sampai trembesi.
Ada cerita lucu dari kita hunting tanaman. Jadi ceritanya kita mau beli pohon tapang kencana, gw pikir itu tanaman namanya pohon trembesi. Kita kiterin jakarta sampai tangerang, susah banget cari pohon trembesi. Akhirnya saking kepengennya punya itu pohon, kita balik arah ke parung. Eh ternyata kok ada pohon trembesinya (kita masih salah sangka kalo itu sebenarnya tapang kencana). Pas ditanya mana pohon trembesinya, eh dia beneran loh kasi liat pohon trembesi. Nah kita heran, "Bukan itu bang pohon tembesinya!!", kata gw. "Iya neng, ini yang namanya pohon tembesi", kata penjualnya. "Yang itu baru tapang kencana yang lagi kalian cari", abangnya nambahin. Sampai kita hampir gontok-gontokan, akhirnya kita percaya, pohon yang kita cari selama ini adalah tapang kencana bukan trembesi. Harap diingat pohon trembesi sangat sangat sangat susah untuk didapat, karena itu pohon mirip pohon beringin, jadi seperti pohon peneduh. Dan akhirnya kita beli dua-duanya, pohon trembesi dan tapang kencana.
Nah, gimana postingan kali ini ? Semoga bisa jadi inspirasi dalam mendesain rumah kalian ya. Amin





Tidak ada komentar:
Posting Komentar