Drama pagi ini
Gw : "Mama pergi dulu ya" (sambil cium pipi kanan-kiri zara)
Zara : "Aaaaaaaaaaaaa" (ga mau lepas dari pegangan gw)
Akhirnya setengah jam aja gw harus menghabiskan waktu membujuk zara agar mau ditinggal ke kantor
Drama coklat
Zara : (asik memakan coklat pemberian opanya)
Gw : "Zara ga boleh banyak-banyak ya makan coklatnya"
Zara : (masih asik memakan coklat, padahal sudah habis 2 bungkus)
Gw : (berusaha mengambil coklatnya tanpa merebutnya)
Zara: "Mauuuuuuu" (teriak-teriak sambil nunjuk coklat di tangan gw)
Gw : (akhirnya menyerah dengan rengekan si anak)
Drama mandi
Gw : "Udah ya mandinya" (setelah 15 menit mandikan zara)
Zara : (masih asik main air)
Gw : "Yuk pake baju dulu, nanti masuk angin (sambil berusaha nutup badannya pake handuk)
Zara : (menepis handuknya, dan kembali bermain air)
Gw : (berusaha mengangkat badannya keluar dari kamar mandi)
Zara : "Hooooaaaaaaaaaaa" (teriak jejeritan ga mau keluar dari kamar mandi)
Duuuuuh pusing deh kalo zara udah kumat tantrumnya. Musti diturutin apa maunya, kalo ga bisa rame sekomplek gara-gara jejeritannya. Apalagi kalo pagi-pagi udah tantrum. Waduhh bisa kalah itu kokokan ayam jago sama tangisannya.
Btw, kenapa ya di umurnya yang hampir dua tahun ini zara udah mulai tantrum ? Tadinya gw bingung gimana cara menenangkan anak yang tantrum, karena biasanya kan nih anak gampang dibujuknya. Tapi ternyata semakin bertambah usianya, semakin banyak maunya. Udah mulai mengerti apa yang disukainya, padahal belum tentu itu baik untuknya. Contohnya ya itu, asik main air lama-lama, makan coklat banyak-banyak padahal belum tentu nasi mau dimakannya.
Setelah bertanya kesana-sini maupun browsing di internet mengenai parenting, baru gw paham bahwa untuk usia antara 1,5 sampai 3 tahun tingkat tantrumnya sudah mulai meningkat. Sudah mulai cenderung mengatakan 'tidak' pada apapun yang kita minta ia lakukan. Selain itu kemampuannya juga terbatas, sehingga ia mudah frustasi. Contohnya keterbatasan dalam berbahasa, si anak sulit mengekspresikan apa yang dirasakan atau yang diinginkan. Akibatnya ia menumpahkan frustasinya dengan merengek, memukul, bahkan melempar barang.
Mudah-mudahan tantrumnya zara hanya sampai tahap merengek aja ya, dan tidak terlalu sering. Doanya sih, semoga zara selalu menjadi anak baik dan selalu patuh sama orang tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar